Selasa, 18 Desember 2012

MODEL SISTEM KEPERAWATAN


1. Model system Dorothea Orem
Model konsep menurut Dorothea Orem yang dikenal dengan model self care memberikan pengertian jelas bahwa bentuk pelayanan keperawatan dipandang dari suatu pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar dengan tujuan mempertahankan kehidupan kesehatan, kesejahteraan sesuai dengan keadaan sehat dan sakit yang ditekaknkan pada kebutuhan klien tentang perawatan diri sendiri. Orem membagi kelompok kebutuhan dasar yang terdiri dari pemeliharaan dan pengambilan udara (oksigenasi) pemeliharaan pengambilan air, makanan, proses eliminasi, pemeliharaan keseimbangan aktivitas dan istirahat.
Model ini dipertimbangkan oleh Orem dengan menggunakan self care dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia, model Orem mini terkenal dengan nama self care model. Dalam pendekatan pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia, Orem membagi 3 tingkatan diantaranya :
1. Wholly compensatory (pengganti penuh).
2. Partially compensatory (pengganti sebagian).
3. Suportif edukatif (pendidikan dan dukungan).

2. Model System Calista Roy
Sistem Calista Roy mengemukakan konsep keperawatan dengan model adaptasi yang memilki bebeapa pandangan atau keyakinan serta nilai yang dimilikinya. 4 elemen penting yang termasuk dalam model adaptasi keperawatan adalah :
1. Manusia
2. Lingkungan
3. Kesehatan
4. Keperawatan
Unsur keperawatan terdiri dari 2 bagian yaitu tujuan keperawatan, aktivitas keperawatan. Pandangan Roy mengemukakan bahwa individu sebagai biopsikososial dan spiritual sebagai satu kesatuan yang utuh memiliki mekanisme koping untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan sehingga individu selalu berinteraksi terhadap perubahan lingkungan. Model sistem Roy ini adalah sebagai berikut:  dalam mengidentifikasi hubungan biologis, psikologis dan sistem sosial antara individu satu dengan yang lain diperlukan sebuah adaptasi, sebab dalam proses kehidupan diperlukan suatu keseimbangan antara komponen tersebut. Bila adaptasi tidak berjalan sesuai dengan sistem maka akan terjadi penolakan terhadap lingkungan yang ada sehingga seorang akan mengalami stress, dan sebagai sorang perawat dalam model adaptasi ini harus mampu berperan sebagai support sistem.

3. Model System Henderson
Keperawatan menurut Henderson di definisikan membantu individu yang sakit dan sehat dalam melaksanakan aktifitas yang memiliki kontribusi terhadap kesehatan dan penyembuhannya. Dimana individu tersebut akan mampu mengerjakannya tanpa bantuan bila pasien memiliki kekuatan, kemauan dan pengetahuan yang dibutuhkan dan hal ini dilaksanakan dengan cara membantu mendapatkan kembali kemandiriannya secepat mungkin.
Fungsi utama perawat yaitu menolong seseorang yang sehat/sakit dalam usaha menjaga kesehatan atau penyembuhan atau untuk menghadapi kematiannya dengan tenang atau damai.
Kerangka kerja praktek dari model konsep dan teori keperawatan Virginia Henderson adalah praktek keperawatan yang membentuk klien untuk melaksanakan 14 kebutuhan dasar dalam asuhan keperawatan dasar pada tingkat asuhan individual, mengacu kepada aktivitas dalam kehidupan sehari-hari dari seseorang yaitu sebagai berikut:
a) Bernafas dengan normal
Memilih tempat tidur, kursi yang cocok, menggunakan bantal, alas sabagai alat pembantu agar klien dapat bernafas, menjelaskan pengaruhnya.
b) Kebutuhan akan nutrisi
Memberikan penjelasan mengenai tinggi dan berat badan yang normal, kebutuhan nutrisi yang diperlukan,Pemilihan dan penyediaan makanan.
c) Kebutuhan eliminasi
Perawat harus mengetahui semua saluran pengeluaran dan keadaan normalnya, jarak waktu pengeluaran, dan frekuensi pengeluaran.
d) Gerak dan keseimbangan tubuh
Perawat harus mengetahui tentang prinsip-prinsip keseimbangan tubuh, miring, dan bersandar.

e) Kebutuhan isthirahat dan tidur
Tentang pergerakan badan yang baik, dan juga mengajarkan bagaimana cara mengontrol emosi yang baik.
f) Kebutuhan berpakaian
Memilihkan pakaian yang tepat dari pakaian yang tersedia dan membantu untuk memakainya.
g) Mempertahankan temperature tubuh atau sirkulasi
Keadaan panas maupun dingin dengan mengubah temperature, kelembapan atau pergerakan udara, atau dengan memotivasi klien untuk meningkatkan atau mengurangi aktifitasnya.
h) Kebutuhan akan personal hygiene
Walaupun sakit klien tidak perlu untuk menurunkan standard kesehatannya, dan bisa menjaga tetap bersih baik fisik maupun jiwanya.
i) Kebutuhan rasa aman dan nyaman
Melindungi klien dari trauma dan bahaya yang timbul yang mungkin banyak faktor yang membuat klien tidak merasa nyaman dan aman.
j) Berkomunikasi dengan orang lain dan mengekspresikan emosi, keinginan, rasa takut dan pendapat
Penterjemah dalam hubungan klien dengan tim kesehatan lain dalam memajukan kesehatannya, membuat klien mengerti akan dirinya sendiri danmenciptakan lingkungan yang teraupeutik.
k) Kebutuhan spiritual
Meyakinkan pasien bahwa kepercayaan, keyakinan dan agama sangat berpengaruh terhadap upaya penyembuhan dan pemenuhannya.
l) Kebutuhan bekerja
Interprestasi terhadap kebutuhan klien sangat penting, dimana sakit bisa menjadi lebih ringan apabila seseorang dapat terus bekerja.
m) Kebutuhan bermain dan rekreasi
Memilihkan aktifitas yang cocok sesuai umur, kecerdasan, pengalaman dan selera klien, kondisi, serta keadaan penyakitnya.
n) Kebutuhan belajar
Mendorong usaha penyembuhan dan meningkatkan kesehatan, serta memperkuat dan mengikuti rencana terapi yang diberikan



4. Model System Neuman
Sistem Neuman merupakan suatu pendekatan sistem yang terbuka dan dinamis terhadap klien yang dikembangkan untuk memberikan suatu kesatuan fokus definisi masalah keperawatan dan pemahaman terbaik dari interaksi klien dengan lingkungannya. Elemen-elemen yang ada dalam sistem terbuka mengalami pertukaran energi informasi dalam organisasi kompleksnya. Stress dan reaksi terhadap stres merupakan komponen dasar dari sistem terbuka. Klien sebagai sistem bisa individu, keluarga, kelompok, komunitas atau sosial issue (Tomey & Alligood, 1998).
Konsep utama yang terdapat pada model Neuman, meliputi: stresor, garis pertahanan dan perlawanan, tingkatan pencegahan, lima variabel sistem klien, struktur dasar, intervensi dan rekonstitusi (.Tingkatan pencegahanTingkatan pencegahan ini membantu memelihara keseimbangan yang terdiri dari pencegahan primer, sekunder dan tersier.
a) Pencegahan primer : terjadi sebelum sistem bereaksi terhadap stressor, meliputi : promosi kesehatan dan mempertahankan kesehatan. Pencegahan primer mengutamakan pada penguatan flexible lines of defense dengan cara mencegah stress dan mengurangi faktor-faktor resiko. Intervensi dilakukan jika resiko atau masalah sudah diidentifikasi tapi sebelum reaksi terjadi. Strateginya mencakup : immunisasi, pendidikan kesehatan, olah raga dan perubahan gaya hidup.
b) Pencegahan sekunder. Meliputi berbagai tindakan yang dimulai setelah   ada gejala dari stressor. Pencegahan sekunder mengutamakan pada penguatan internal lines of resistance, mengurangi reaksi dan meningkatkan faktor-faktor resisten sehingga melindungi struktur dasar melalui tindakan-tindakan yang tepat sesuai gejala. Tujuannya adalah untuk memperoleh kestabilan sistem secara optimal dan memelihara energi. Jika pencegahan sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi tidak terjadi maka struktur dasar tidak dapat mendukung sistem dan intervensi-intervensinya sehingga bisa menyebabkan kematian.
c) Pencegahan Tersier dilakukan setelah sistem ditangani dengan strategi – strategi pencegahan sekunder. Pencegahan tersier difokuskan pada     perbaikan kembali ke arah stabilitas sistem klien secara optimal. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali atau regresi, sehingga dapat mempertahankan energi. Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer .



5. Model System Jean Wetson
Jean Watson dalam memahami konsep keperawatan terkenal dengan teori pengetahuan manusia dan merawat manusia. Tolak ukur pandangan Watson ini didasari pada unsur teori kemanusiaan. Pandangan teori Jean Watson ini memahami bahwa manusia memiliki 4 cabang kebutuhan manusia yang saling berhubungan diantaranya :
a) Kebutuhan dasar biofisikial (kebutuhan untuk hidup) yang meliputi kebutuhan makanan dan cairan, kebutuhan eliminasi dan vertilasi.
b) Kebutuhan psikofisikial yang meliputi kebutuhan aktifias dan istirahat serta kebutuhan seksual.
c) Kebutuhan psikososial yang meliputi kebutuhan untuk berprestasi, berorganisasi.
d) Kebutuhan intra dan interpersonal yaitu kebutuhan aktualisasi diri.
Berdasarkan 4 kebutuhan tersebut, Jean Watson memahami bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna yang memiliki bermacam-macam perbedaan, sehingga dalam upaya mencapai kesehatan manusia seharusnya dalam keadaan sejahtera, baik fisik, mental, dan spiritual karena sejahtera merupakan keharmonisan antara pikiran, badan dan jiwa sehingga untuk mencapai keadaan tersebut keperawatan harus berperan dalam meningkatkan status kesehatan, mencaegah terjadinya penyakit, mengobati berbagai penyakit dan penyembuhan kesehatan dan fokusnya pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit.

6. Model System King
King memahami model konsep dan teori keperawatan denag menggunakan pendekatan system terbuka dalam hubunagn interaksi yang konstan dengan lingkunagan, sehingga King mengemukakan dalm model konsep interaksi.
Dalam mencapai hubungan interaksi, King mengemukakan konsep kerjanya yang meliputi adanya system personal, system interpersonal dan system social yang saling berhuabungan satu dengan yang lain.
a) Sistem Personal
Menurut king setiap individu adalh system personal (system terbuka). Untuk system personal konsep yang relevan adalah persepsi, diri, pertumbuhan dan perkembangan, citra tubuh, dan waktu.
b) Sistem Interpersonal
King mengemukakan system interpersonal terbentuk oleh interkasi antra manusia. Interaksi antar dua orang disebut DYAD, tiga orang disebut TRIAD, dan empat orang disebut GROUP. Konsep yang relefan dengan system interpersonal adalah interkasi, komunikasi, transaksi, peran dan stress.
c) Sistem Sosial
King mendefinisikan system social sebagai system pembatas peran organisasi sosisal, perilaku, dan praktik yang dikembangkan untuk memelihara nilai-nilai dan mekanisme pengaturan antara praktk-praktek dan aturan (George, 1995). Konsep yang relevan dengan system social adalah organisasi, otoritas, kekuasaan, status dan pengambilan keputusan.
Berdasarkan hal diatas, manusia mempunyai tiga dasar kebutuhan kesehatan yang fundamental :
1. Kebutuhan terhadap informasi kesehatan dan dapat dipergunakan pada saat dibutuhkan.
2. Kebutuhan terhadap palayanan kesehatan bertujuan untuk pencegahan penyakit.
3. Kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan yang dibutuhkan ketika individu tidak mampu untuk  membantu dirinya sendiri.
Untuk memenuhi kebutuhan manusia di atas, king mengemukakan pendekatan yang terdiri dari komponen seperti yang di gambarkan sebagai berikut :
a) Aksi  proses awal hubungan 2 individu dlm berperilaku, dalam memahami atau mengenali kondisi yang ada dalam keperawatan dengan digambarkan hub Perawat dengan pasien untuk membuat kontrak atau tujuan yg diharapkan.
b) Reaksi  tindakan yg terjadi akibat adanya aksi dan merupakan respon individu.
c) Interaksi  bentuk kerja sama  yang saling mempengaruhi antara Perawat dengan pasien yang terwjud dalam komunikasi.
d) Transaksi  persetujuan antara Perawat dengan pasien dalam perencanaan tindakan keperawatan yang dilakukan.

7. Model System Peplau
Teori Hildegard E. Peplau(1952) berfokus pada individu, perawat dan proses interaktif yang menghasilkan hubungan antara perawat dan klien. Berdasarkan teori ini klien adalah individu dengan kebutuhan perasaan, dan keperawatan adalah proses interpersonal dan terapeutik. Artinya suatu hasil proses kerja sama manusia dengan manusia lainnya supaya menjadi sehat atau tetap sehat (hubungan antar manusia).  Hubungan interpersonal meliputi :
1. Fase orientasi
Lebih difokuskan untuk membantu pasien menyadari ketersediaan bantuan dan rasa percaya terhadap kemampuan perawat untuk berperan serta secara efektif dalam pemberian askep pada klien. Tahap ini ditandai dimana perawat melakukan kontrak awal untuk membangun kepercayaan dan terjadi pengumpulan data.
2. Fase identifikasi
Terjadi ketika perawat memfasilitasi ekspresi perilaku pasien dan memberikan asuhan keperawatan yang tanpa penolakan diri perawat memungkinkan pengalaman menderita sakit sebagai suatu kesempatan untuk mengorientasi kembali perasaan dan menguatkan bagian yang positif dan kepribadian pasien.
3. Fase resolusi
Secara bertahap pasien melepaskan diri dari perawat. Resolusi ini memungkinkan penguatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan menyalurkan energi ke arah realisasi potensi.
Tujuan keperawatan Peplau adalah untuk mendidik klien dan keluarga dan untuk membantu klien mencapai kematangan perkembangan kepribadian. Oleh sebab itu, perawat berupaya mengembangkan hubungan perawat dan klien melalui peran yang diembannya (nara sumber, konselor, dan wali).

8. Model System Jhonson
Menurut Johnson ada 4 tujuan asuhan keperawatan kepada individu, yaitu : agar tingkah lakunya sesuai dengan tuntutan dan harapan masyarakat, mampu beradaptasi terhadap perubahan fungsi tubuhnya, bermanfaat bagi dirinya dan orang lain atau produktif serta mampu mengatasi masalah kesehatan yang lainnya.
Model konsep dan teori keperawatan menurut Johnson adalah dengan pendekatan sistem perilaku, dimana individu dipandang sebagai sitem perilakuyang selalu ingin mencapai keseimgangan dan stabilitas, baik di lingkungan internal maupun eksternal, juga memiliki keinginan dalam mengatur dan menyesuaikan dari pengaruh yang ditimbulkannya. Sebagai suatu sistem, didalamnya terdapat komponen subsistem yang membentukan sistem tersebut, diantaranya komponen subsistem yang membentuk sistem perilaku menurut Johnson adalah ;
1. Ingestif, yaitu sumber dalam memelihara integritas serta mencapai kesenangan dalam pencapaian pengakuan dari lingkungan.
2. Achievement, merupakan tingkat pencapaian prestasi melalui keterampilan yang kreatif.
3. Agresif, merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri atau perlindungan dan berbagai ancaman yang ada di lingkungan.
4. Eliminasi, merupakan bentuk pengeluaran segala sesuatu dari sampah atau barang yang tidak berguna secara biologis.
5. Seksual, digunakan dalam pemenuhan kebutuhan saling mencintai dan dicintai.
6. Gabungan/tambahan, merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan tambahan dalam mempertahankan lingkungan yang kondusif dengan penyesuaian dalam kehidupan sosial, keamanan, dan kelangsungan hidup.
7. Ketergantungan merupakan bagian yang membentuk sistem perilaku dalam mendapatkan bantuan, kedamaian, keamanan serta kepercayaan.
Berdasarkan subsistem tersebut diatas, maka akan terbentuk sebuah sistem perilaku individu, sehingga Johnson memiliki pandangan bahwa keperawatan dalam mengatasi permasalahan tersebut harus dapat berfungsi sebagai pengatur agar dapat menyeimbangkan sistem perilaku tersebut. Status kesehatan yang ingin dicapai yaitu mampu berperilaku untuk memelihara keseimbangan atau stabilitas dengan lingkungan.

9. Model System Martha E. Rogers
Teori Roger didasarkan pada pengetahuan tentang asal usul manusia dan alam semesta seperti antropologi, sosiologi, astronomi, agama, filosofi, perkembangan sejarah dan mitologi. Teori ini berfokus pada proses kehidupan manusia. Menurutnya kehidupan seseorang dipengaruhi alam sebagai lingkungan hisup manusia dan pula pertumbuhna dan perkembangan seseorang.
Rogers mengungkapkan bahwa aktivitas yang di dasari prinsip – prinsip kreatifitas, seni dan imaginasi. Aktifitas keperawatan dinyatakan Rogers merupakan aktifitas yang berakar pada dasar ilmu pengetahuan abstrak, pemikiran intelektual, dan hati nurani. Rogers menekankan bahwa keperawatan adalah disiplin ilmu yang dalam aktifitasnya mengedepankan aplikasi keterampilan, dan teknologi.
Aktivitas keperawatan meliputi pengkajian, intervensi, dan pelayanan rehabilitatif senantiasa berdasar pada konsep pemahaman manusia / individu seutuhnya.
Martha E. Roger mengemukakan empat konsep besar. Beliau menghadirkan lima asumsi tentang manusia. Tiap orang dikatakan sebagai suatu yang individu utuh. Manusia dan lingkungan selalu saling bertukar energi. Proses yang terjadi dalam kehidupan seseorang tidak dapat diubah dan berhubungan satu sama lain pada dimensi ruang dan waktu. Hal tersebut merupakan pola kehidupan. Pada akhirnya seseorang mampu berbicara, berfikir, merasakan, emosi, membayangkan dan memisahkan. Manusia mempunyai empat dimensi, medan energi negentropik dapat diketahui dari kebiasaan dan ditunjukkan dengan ciri-ciri dan tingkah laku yang berbeda satu sama lain dan tidak dapat diduga dengan ilmu pengetahuan yaitu lingkungan, keperawatan dan kesehatan.

10. Model System Florence
Model konsep ini memposisikan lingkungan adalah sebagai fokus asuhan keperawatan dan perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit model konsep, hal ini dalam upaya merasakan antara profesi keperawatan dan kedokteran. Asuhan keperawatan lebih memfokuskan pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan, dan nutrisi yang adekuat dengan dimulai dari pengumpulan data dibandingkan dengan tindakan pengobatan semalam. Upaya teori ini dalam rangka perawat mampu menjalankan praktik keperawatan mandiri tanpa tergantung pada profesi lain.
Model konsep ini memerikan inspirasi dalam perkembangan praktik keperawatan, sehingga akhirnya dikembangkan secara luas, paradigma perawatan dalam tindakan keperawatan hanya memberikan kebersihan lingkungan adalah kurang benar, akan tetapi lingkungan dapat memengaruhi proses perawatan pada pasien sehingga perlu diperhatikan

11. Model System Faye Abdullah
Abdellah menggambarkan orang memiliki, emosional dan sosiologis kebutuhan fisik. Kebutuhan ini bisa terbuka, yang terdiri dari sebagian besar kebutuhan fisik atau rahasia, seperti emosional, sosiologis dan interpersonal kebutuhan – yang sering terlewatkan dan dianggap salah. Pasien digambarkan sebagai pembenaran hanya untuk eksistensi keperawatan.   Individu (dan keluarga) adalah penerima keperawatan dan kesehatan, atau mencapai itu, tujuan dari pelayanan keperawatan.
Perawatan dapat secara umum merumuskan kebutuhan manusia dalam 4 kategori, diantaranya :
1. Kenyamanan
2. Kebersihan dan keamanan
3. Keseimbangan fisiologi
4. Faktor – faktor psikologi, sosial dan komunitas.
Dari empat kebutuhan tersebut dikembangkan menjadi 21 kebutuhan atau masalah keperawatan diantaranya :
1. Untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan fisik.
2. Untuk mempromosikan kegiatan yang optimal: olahraga, istirahat, dan tidur.
3. Untuk mempromosikan keselamatan melalui pencegahan kecelakaan, cedera, atau trauma lain dan melalui pencegahan penyebaran infeksi.
4. Untuk menjaga mekanika tubuh yang baik dan benar dan mencegah deformitas.
5. Untuk memudahkan pengurusan suatu pasokan oksigen ke semua sel tubuh.
6. Untuk memudahkan pemeliharaan gizi dari semua sel tubuh.
7. Untuk memudahkan pemeliharaan eliminasi.
8. Untuk memudahkan pemeliharaan dan keseimbangan cairan elektrolit.
9. Untuk mengetahui respon fisiologis tubuh untuk kondisi penyakit patologis, fisiologis, dan kompensasi.
10. Untuk memudahkan pemeliharaan mekanisme peraturan dan fungsi.
11. Untuk memudahkan pemeliharaan fungsi sensor.
12. Untuk mengidentifikasi dan menerima ekspresi positif dan negatif, perasaan, dan reaksi.
13. Untuk mengidentifikasi dan menerima keterkaitan emosi dan penyakit organik.
14. Untuk memudahkan pemeliharaan komunikasi verbal dan nonverbal efektif.
15. Untuk mempromosikan pengembangan hubungan interpersonal yang produktif.
16. Untuk memudahkan kemajuan menuju pencapaian tujuan rohani pribadi.
17. Untuk membuat dan / atau memelihara lingkungan terapeutik.
18. Untuk memfasilitasi kesadaran diri sebagai individu dengan berbagai, emosional, dan perkembangan kebutuhan fisik.
19. Untuk menerima tujuan mungkin optimal dalam terang keterbatasan, fisik, dan emosional.
20. Untuk menggunakan sumber daya masyarakat sebagai bantuan dalam menyelesaikan masalah yang timbul dari penyakit.
21. Untuk memahami peran masalah sosial sebagai faktor yang mempengaruhi dalam penyebab penyakit.

12. Model System Ida Orlando
Asumsi Orlando terhadap metaparadigma keperawatan hampir seluruhnya terkandung dalam teorinya. Teori keperawatan Orlando menekankan ada hubungan timbal balik antara pasien dan perawat, apa yang mereka katakan dan kerjakan akan saling mempengaruhi. Dan sebagai orang  pertama yang mengidentifikasi dan menekankan elemen-elemen pada proses keperawatan dan hal-hal kritis penting dari partisipasi  pasien dalam proses keperawatan. Proses aktual interaksi perawat-pasien sama halnya dengan interaksi antara dua orang. Ketika perawat menggunakan proses ini untuk mengkomunikasikan reaksinya dalam merawat pasien, orlando menyebutnya sebagai ”nursing procces discipline”. Itu merupakan alat yang dapat perawat gunakan untuk melaksanakan fungsinya dalam merawat pasien.
Orlando menggambarkan model teorinya dengan lima konsep utama yaitu fungsi perawat profesional, mengenal perilaku pasien, respon internal atau kesegaraan, disiplin proses keperawatan serta kemajuan
a) Tanggung jawab perawat
Tanggung jawab perawat yaitu membantu apapun yang pasien butuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut (misalnya kenyamanan fisik dan rasa aman ketika dalam medapatkan pengobatan atau dalam pemantauan. Perawat harus mengetahui  kebutuhan pasien untuk membantu memenuhinya. Perawat harus mengetahui benar peran  profesionalnya, aktivitas perawat  profesional yaitu tindakan yang dilakukan perawat secara bebas dan bertanggung jawab guna mencapai  tujuan dalam membantu pasien. Ada beberapa aktivitas spontan dan rutin yang bukan aktivitas profesional perawat yang dapat dilakukan oleh perawat, sebaiknya hal ini dikurangi agar perawat lebih terfokus pada  aktivitas – aktivitas yang benar – benar menjadi kewenangannya.
b) Mengenal perilaku pasien
Mengenal perilaku pasien yaitu dengan mengobservasi apa yang dikatakan pasien maupun perilaku nonverbal yang ditunjukan pasien.
c) Reaksi segera
Reaksi segera meliputi persepsi, ide dan perasaan perawat dan pasien. Reaksi segera adalah respon segera atau respon internal dari perawat dan persepsi individu pasien, berfikir dan merasakan.
d) Disiplin proses keperawatan
Menurut George  (1995 hlm 162) mengartikan disiplin proses keperawatan sebagai  interaksi total (totally interactive) yang dilakukan tahap demi tahap, apa yang terjadi antara perawat dan pasien dalam hubungan tertentu, perilaku pasien, reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan yang harus dilakukan, mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk  membantunya serta untuk melakukan  tidakan yang tepat.
e) Kemajuan / peningkatan
Peningkatan berarti tumbuh lebih, pasien menjadi lebih berguna dan produktif.

13. Model System Myra Levine
Teori Levine berfokus pada interaksi manusia. Model konsep Myra memandang klien sebagai makhluk hidup terintegrasi yang saling berinteraksi dan beradaptasi terhadap lingkungannya, dan intervensi keperawatan  adalah suatu aktivitas konservasi dan konservasi energy adalah bagian yang menjadi pertimbangan Model konservasi levine merupakan keperawatan praktis dengan konservasi model dan prinsip yang berfokus pada pelestarian energi pasien untuk kesehatan dan penyembuhan. Adapun prinsip konservasi tersebut adalah sbb:
a) Konservasi Energi
Individu memerlukan keseimbangan energi dan memperbaharui energi secara konstan untuk mempertahankan aktivitas hidup. Konservasi energi dapat digunakan dalam praktek keperawatan.
b) Konservasi Integritas Struktur
Penyembuhan adalah suatu proses pergantian dari integritas struktur. Seorang perawat harus membatasi jumlah jaringan yang terlibat dengan penyakit melalui perubahan fungsi dan intervensi keperawatan.
c) Konservasi Integritas Personal
Seorang perawat dapat menghargai klien ketika klien dipanggil dengan namanya. Sikap menghargai tersebut terjadi karena adanya proses nilai personal yang menyediakan privasi selama prosedur.
d) Konservasi Integritas Sosial
Kehidupan berarti komunitas social dan kesehatan merupakan keadaan social yang telah ditentukan. Oleh karena itu, perawat berperan menyediakan kebutuhan terhadap keluarga, membantu kehidupan religius dan menggunakan hubungan interpersonal untuk konservasi integritas social

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar